Friday, April 19, 2013

Permainan Tradisional Tak Lagi Menarik


Berikut adalah tulisan yang saya buat sebagai tugas akhir pada pelajaran “Sejarah Lombok”. Sebagai penulis, saya sangat membutuhkan masukan. Terima kasih :)

Indonesia merupakan negara kepulauan yang majemuk. Indonesia memiliki kebudayaan yang begitu beragam. Di setiap daerah di Indonesia memmiliki kekhasannya masing masing, entah itu dari logat bahasa, kesenian tradisional, makanan khas, rumah adat, pakaian, dan tentunya permainan tradisional yang menjadi hiburan yang sangat dibutuhkan di sela-sela keletihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Permainan tradisional merupakan salah satu aset yang sangat berharga bagi suatu daerah, karena dengan permainan tradisional tersebut, masyarakat menjadi dapat megenal lebih jauh daerah tersebut. Di dalam permainan tradisional, kita bisa saja mempromosikan suatu daerah, karena di dalam permainan tradisional, tanpa disadari kita sudah memperkenalkan bahasa, jiwa daerah, masyarakat di daerah tersebut, dan nyayian daerah tersebut. Karena merupakan uatu hiburan, permainan tersebut menjadi cepat diterima, dicerna, dimenegerti dan akan selalu diingat oleh masyarakat, apalagi dengan keunikan cara bermainnya.
Sama halnya dengan di daerah Lombok Timur, di mana didominasi oleh suku Sasak. Lombok Timur juga memiliki banyak jeni permainan tradisional yang unik dan menyenangkan. Tidak salah jika banyak anak-anak yang memaikannya, meskipun mereka tidak mengetahui kalau itu adalah permainan tradisional yang harus dipertahankan sebagai ciri khas daerah.
Beberapa di antara permainan tersebut antara lain:
1. Sebok Pete (Petak Umpet) yang merupakan permainan yang umum dan paling digemari oleh anak-anak.  Biasanya dimainkan di malam hari, sehingga lebih sulit untuk mencari tempat persembunyian lawan.  
2. Selodor, merupakan permainan yang menguji ketelitian, kelincahan, dan kekompakan dalam mempermainkannya.
3.  Tekong, permainan yang merupakan perkembangan dari permainank Seboq Pete (petak umpet), karena selain harus lihai bersembunyi, kita juga harus tetap memperhatikan tujuan utama, yaitu menjatuhkan batu-batu yang telah disusun oleh penjaga (yang mencari lawan yang bersembunyi).
Tidak hanya permainan di atas, masih banyak lagi permainan-permainan dari Lombok Timur seperti Sebok Kereng (Bersembunyi di dalam sarung), Dengklak (Engklak), dll. Beberapa di antara permainan tersebut juga memiliki kekhasan di setiap desa di Lombok Timur, perbedaannya hanya pada nama permainan , nyanyian dalam permainan, dan beberapa juga menambahkan dalam hal hukuman. Padahal permainan-permaninan tersebut bermakna sama, hanya saja karena perbedaan bahasa dari tiap-tiap desa di Lombok Timur, membuat permainan itu menjadi semakin unik dan beragam.
Namun sangat disayangkan, di zaman modern seperti sekarang ini tidak banyak yang melestarikan permainan-permainan tradisional tersebut, bahkan banyak di antara anak-anak sekarang yang  tidak mengenal dan bahkan enggan untuk mengetahui dan melestarikan permainan-permainan tersebut. Mereka merasa gengsi jika memainkan permainan tersebut, karena tidak ingin dianggap sebagai orang terbelakang yang hanya mempermainkan permainan yang dianggap tidak mengikuti perkembangan zaman modern.
Beberapa hal yang menyebabkan permainan tradisional tidak lagi banyak digemari oleh anak-anak, yaitu:
     1. Teknologi Baru 
Teknologi sekarang tidak hanya dapat ditemui di kota-kota besar, namun juga sudah menjamur hingga ke pelosok-pelosok desa. Telah kita ketahui bersama bagaimana berkembangan teknologi di zaman modern ini. Semua orang berlomba-lomba membuat peralatan canggih sehingga menyita perhatian orang-orang terutama anak-anak yang sangat cepat tertarik dengan hal-hal yang baru. Sekarang pun sebagian besar anak-anak lebih memilih bermain dengan Handphone, Tablet PC, PS, dll. Mereka menganggap dengan mampu memainkan alat-alat elektronik tersebut, mereka akan dianggap menjadi orang yang hebat, dan tidak ketinggalan zaman. Bahkan kita lihat juga di daerah pedesaan yang dikenal dengan kepatuhannya terhadap norma dan sangat peduli dengan kebudayaan setempat, telah mulai meninggalkan kekhasan daerahnya tersebut. Padahal permainan-permainan tradisional memiliki manfaat yang sangat baik untuk tubuh kita. Misalnya Selodor, dapat membuat kita menjadi lebih sehat dan lebih menghargai arti kebersamaan dalam bekerja sama. Dibandingkan dengan bermain PS yang hanya membuang-buang waktu.  

2.  Kurangnya pengenalan dari pendahulu.
Para orang tua juga kurang memberikan pengetahuan kepada anak-anaknya untuk mengenal lebih jauh bagaimana budaya daerah tempat ia dilahirkan, tempat ia dibesarkan dengan budaya ramah-tamahnya. Kebanyakan orang tua juga menganggap tidak perlu memperkenalkan permainan tradional, karena dengan memperkenalkan seusuatu yang sesuai perkembangan zaman itu lebih baik agar ananknya tidak di-cap sebagai orang yang kolot.

0 comments:

Post a Comment